Selasa, 16 Oktober 2012

Difusi Osmosis (BIOLOGI)



Laporan Praktikum Biologi
“Pengamatan
Transport Membran Sel”












DI SUSUN OLEH:

Kelas:
XI IPA 5

Nama:
Abdul Ghofar (01)
Diyanaka (14)
Eudora Fajar (15)
Novel Fadhillah (26)
Reyhan Suhail (32)


SMA MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA


Maksud dan Tujuan

Maksud dengan adanya praktikum ini adalah agar praktikan bisa mengamati beberapa sifat sistem cairan ekstra dan intra selular dimana salah satu kompartemen mengandung molekul yang dibatasi oleh membran yang tidak permeable terhadap bahan tersebut.

Tujuan dengan diadakanya praktikun biologi yang berjudul Transportasi melewati membran adalah :
1.    Untuk mengetahui perbedaan proses transportasi zat secara difusi dan osmosis.
2.    Untuk menguji bagaimana peristiwa difusi pada bunga sedap malam.
3.    Untuk menguji bagaimana peristiwa osmosis pada kentang dan wortel
4.    Untuk mengetahui perbedaan pada percobaan proses difusi, yaitu antara larutan garam dan air biasa.

Dasar Teori

    
Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui membran diferensial permeabel. Contoh peristiwa osmosis adalah kentang yang dimasukkan ke dalam air garam. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotic merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri. Jika sel ditempatkan dalam larutan yang lebih pekat (hipertonik) terhadap cairan sel mengkerut. Pristiwa ini disebut plasmolisis.
Difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Contoh peristiwa difusi yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Kecepatan difusi ditentukan oleh : jumlah zat yang tersedia, kecepatan gerak kinetik dan jumlah celah pada membran sel. Difusi sederhana ini dapat terjadi melalui dua cara:
1.     Melalui celah pada lapisan lipid ganda, khususnya jika bahan berdifusi terlarut lipid
2.     Melalui saluran licin pada beberapa protein transpor.



Pengamatan Difusi

Alat dan Bahan

ALAT:
1.     Pisau
2.     Tissue
3.     Gelas kimia sebanyak 1 buah

BAHAN:
1.     Bunga sedap malam
2.     Larutan Metil
3.     Air Aquades
Urutan Kerja
1.     Potong batang bunga sedap malam secara melintang.
2.     Siapkan cairan metil ke dalam  gelas kimia. Tambahkan aquades sampai setengah gelas.
3.     Masukkan bunga sedap malam tersebut ke dalam cairan metil tersebut.
4.     Diamkan selama 20 menit.
5.     Ambil lalu perhatikan dan amati perubahan pada ujung bunga yang telah di celupkan tadi.
6.     Gambarlah perubahan yang terjadi

Hasil Pengamatan


Setelah melakukan pengamatan maka, berikut adalah gambar dari batang bunga sedap malam yang telah di potong melintang





Analisis Hasil

          Dari hasil pengamatan di atas membuktikan bahwa bunga sedap malam yang telah di celupkan ke dalam larutan metil akan terlihat bagian bagian xylem dan floemnya di karenakan larutan metil tersebut terserap oleh bagian batang bunga sedap malam tersebut.



Pengamatan Osmosis

Alat dan Bahan

ALAT:
1.     Neraca
2.     Pisau
3.     Penggaris
4.     Tissue
5.     Gelas kimia sebanyak 3 buah

BAHAN:
1.     Kentang
2.     Wortel
3.     Larutan garam 5%
4.     Larutan garam 10%
5.     Air aquades

Urutan Kerja

  1. Kupas kentang dan wortel. Lalu potong bentuk balok, sebanyak 3 buah (A, B, C) 
  2. Timbang dan ukur panjang masing-masing irisan kentang dan wortel tersebut dan catat pada tabel pengamatan. 
  3. Masukkan masing-masing potongan kentang dan wortel yang telah di timbangan kedalam larutan garam dengan konsentrasi yang berbeda. 
  4. Setelah 20 menit amati potongan kentang tersebut lalu keluarkan dari rendaman. 
  5. Tiriskan pada kertas tissue lalu timbang dan ukur panjangnya kembali.
 

Hasil Pengamatan



Setelah melakukan pengamatan maka, berikut adalah tabel berat kentang dan wortel sebelum dan sesudah di masukkan ke dalam larutan:

Kentang 1 (5%)
Kentang 2 (10%)
Kentang 3 (0%)
Awal
Akhir
Awal
Akhir
Awal
Akhir
5,2 gr
4,4 gr
4,9 gr
2,9 gr
3,9 gr
5,1 gr


Wortel 1 (5%)
Wortel 2 (10%)
Wortel 3 (0%)
Awal
Akhir
Awal
Akhir
Awal
Akhir
2,8 gr
2,7 gr
3,1 gr
3 gr
3,2 gr
3,5 gr


Pertanyaan:
  1. Apa yang terjadi pada kentang dan wortel pada masing masing gelas kimia tersebut 
  2. Apa yang dapat di simpulakan dari peristiwa di atas?
Jawaban: 
  1. Pada kentang dan wortel yang berisi larutan garam, beratnya akan berkurang. Tapi pada air biasa, berat akan bertambah 
  2. Pada proses osmosis, berat kentang dan juga wortel pasti akan berubah
Analisis Hasil

·        Kentang dan wortel yang direndam dalam larutan garam mengalami osmosis dimana kandungan air dalm kentang dan wortel lebih besar sehingga air cenderung keluar yang menyebabkan berat kentang dan wortel berkurang(hipertonis).

·        Kentang dan wortel yang direndam dalam air biasa juga mengalami osmosis dimana kandungan air yang ada di luar kentang dan wortel lebih besar sehingga air cenderung masuk dan menyebabkan berat kentang dan wortel bertambah(hipotonis).


Kesimpulan

Dari percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa:
  1. Difusi dapat diartikan perpindahan zat (padat, cair, dan gas) dari larutan konsentrasi tinggi (hipertonis) ke larutan dengan konsentrasi rendah (hipotenis).
  2. Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui membran diferensial permeabel.
  3. Kentang yang direndam dalam larutan garam dan gula mengalami osmosis dimana kandungan air dalm kentang lebih besar sehingga air cenderung keluar yang menyebabkan berat kentang berkurang (hipertonis).
  4. Bunga sedap malam yang direndam dalam air biasa mengalami difusi dimana kandungan air yang ada di luar kentang lebih besar sehingga air cenderung masuk dan menyebabkan berat kentang bertambah (hipotonis).

Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar