Senin, 05 November 2012

Sel Epidermis Bawang dan Epitel (BIOLOGI)

Laporan Praktikum Biologi
“Pengamatan Sel Epidermis
Bawang dan Epitel”














DI SUSUN OLEH:

Kelas:
XI IPA 5

Nama:
Abdul Ghofar (01)
Diyanaka (14)
Eudora Fajar (15)
Novel Fadhillah (26)
Reyhan Suhail (32)


SMA MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA



Maksud dan Tujuan


Maksud dengan adanya praktikum ini adalah agar para praktikan dapat mengetahui ciri-ciri dan perbedaan  sel mati, sel hewan dan sel tumbuhan.
            Tujuan dengan diadakanya praktikun biologi tentang sel mati, sel hewan dan sel tumbuhan adalah untuk menerapkan penggunaan dengan baik dan tepat, serta memahami ciri-ciri sekaligus dapat membedakan sel mati, sel hewan dan sel tumbuhan.
Dasar Teori

    
Sel
Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel, dan kemudian muncullah beberapa teori tentang sel. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel. Berbagai penelitian para ahli biologi, antara lain seperti berikut.
1.     Robert Hooke (1635-1703)
Ia mencoba melihat struktur sel pada sayatan gabus di bawah mikroskop. Dari hasil pengamatannya diketahui terlihat rongga yang dibatasi oleh dinding tebal. Jika dilihat secara keseluruhan, strukturnya mirip sarang lebah. Satuan terkecil dari rongga tersebut dinamakan sel.
2.     Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1882)
Mereka mengamati sel-sel jaringan hewan dan tumbuhan. Schleiden mengadakan penelitian terhadap tumbuhan. Setelah mengamati tubuh tumbuhan, ia menemukan bahwa banyak sel yang
menyusun tubuh tumbuhan. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tumbuhan adalah sel. Schwann melakukan penelitian terhadap hewan. Ternyata dalam pengamatannya tersebut ia melihat bahwa tubuh hewan juga tersusun dari banyak sel. Selanjutnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tubuh hewan adalah sel.
Dari dua penelitian tersebut keduanya menyimpulkan bahwa sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup.


Pengamatan Sel Bawang Merah


ALAT:
1.     Mikroskop
2.     Kaca Preparat
3.     Kaca Penutup
4.     Silet
5.     Pinset
6.     Tisu atau Lap
7.     Cawan petri

BAHAN:
1.     Bawang Merah
2.     Blue Metil
3.     Aquades

Urutan Kerja

  1. Ambilah satu suing bawang merah 

  2. Kelupaslah lapisan terluar bawang merah setipis mungkin

  3. Letakkan lapisan tersebut pada kaca preparat

  4. Tetesi lapisan tersebut dengan metilin blue

  5. Tutup dengan kaca penutup

  6. Letakkan preparat di bawah mikroskop

  7. Amati preparat bawang merah tersebut melalui mikroskop

  8. Gambarlah hasil pengamatanmu.

     

Hasil Pengamatan



Setelah melakukan pengamatan dan berhasil menemukan struktur sel, kemudian di gambar sesuai bentuk sel yang diamati, berikut adalah gambar hasil pengamatan.




Analisis Hasil

Pada pengamatan selaput bagian dalam bawang merah ( Allium cepa ) pada mikroskop terlihat sel-sel bawang merah yang berlapis-lapis. Pada sel-sel bawang merah terdapat organel-organel sel seperti sitoplasma, dinding sel dan nukleus. Dinding sel berfungsi untuk melindungi dan memberi bentuk pada sel. Nukleusnya berbentuk oval dan merupakan organel terbesar dalam sel. Plastidanya berupa butir-butir yang mengandung zat warna ( ungu ).
`        Sel epidermis bawang merah mempunyai dinding sel yang berbentuk tidak beraturan ada yang berbentuk segi enam yang memanjang dan ada juga yang mempunyai bentuk segi empat yang memanjang. Sel epidermis bawang merah mempunyai bentuk yang tetap dan tidak berudah – ubah karena di dalam sel ter dapat dinding sel . Sel epidermis bawang merah tersusun oleh :
a. Dinding sel,
b. Sitoplasma
c. inti sel 



Pengamatan Sel Epitel


Alat dan Bahan

ALAT:
1.     Mikroskop
2.     Kaca Preparat
3.     Kaca Penutup
4.     Cotton Bud
5.     Tisu atau Lap

BAHAN:
1.     Air Liur/Ludah
2.     Blue Metil

Urutan Kerja

·        Goreskan cotton bud pada pipi bagian dalam mulutmu.

·        Letakkan hasil goresan tusuk gigi tersebut pada kaca preparat

·        Tetesi hasil goresan tusuk gigi tersebut dengan metilin blue

·        Tutup dengan kaca penutup

·        Letakkan preparat di bawah mikroskop

·        Amati preparat tersebut melalui mikroskop

·        Gambarlah hasil pengamatanmu.

Hasil Pengamatan

Setelah melakukan pengamatan dan berhasil menemukan struktur sel, kemudian di gambar sesuai bentuk sel yang diamati, berikut adalah gambar hasil pengamatan.



Analisis Hasil

Pada percobaan ini kami mengamati sel Epitel Rongga Mulut sebagai perwakilan dari sel hewan. pada sel Epitel Rongga Mulut kami dapat melihat adanya membran sel, inti sel dan sitoplasma. Fungsi inti sel dan sitoplasma pada sel hewan sama seperti pada sel tumbuhan, bedanya sel hewan tidak memiliki dinding sel. Sel hewan hanya mempunyai membran sel yang berfungsi untuk melindungi organel-organel yang berada di dalamnya
Sel mukosa pipi tidak mempunyai dinding sehingga mempunyai bentuk yang tidak tetap dan mudah berubah – ubah bentuknya. Sel mukosa pipi hanya mempunyai membram sel saja sehingga sel mukosa pipi termasuk sel hewan. Sel mukosa pipi tersusun oleh :
a. Inti sel
b. Membram sel
c. Sitoplasma

Kesimpulan

Dari percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa:

  1.  Sel merupakan penyusun struktur kehidupan yang paling kecil atau paling sederhana
  2. Pada sel hewan bentuk sel tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel sehingga membrane sel dapat bergerak dengan bebas.
  3. Pada tumbuhan memiliki bentuk yang tetap karena memliki sel sehingga gerakan membrane sel terbatas.
  4. Struktur sel hidup adalah ruang sel yang berisi nukleus, sitoplasma, dan antar selnya dibatasi oleh dinding sel.
  5. Struktur sel mati adalah ruang sel yang di dalamnya kosong karena organ-organ selnya telah mati dan mempunyai dinding sel untuk membatasi sel satu dengan sel yang lainnya
  6. Pada sel tumbuhan terdapat dinding sel dan paada sel hewan tidak mempunyai dinding sel tetapi sel hewan meiliki membran sel.
  7. Yang termasuk sel tumbuhan adalah sel gabus, dan sel epidermis bawang merah dan yang termasuk sel hewan adalah sel epitel rongga mulut.

Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar